RSS

Jika Terulang Kembali

Semua berawal ketika aku memutuskan untuk mengikuti olimpiade yang diadakan di kota ku. Entah mengapa rasa nya aku percaya akan kemampuanku, jadi aku memutuskan untuk mengikuti olimpiade tersebut dan aku memilih mapel biologi. Saat itu, karena banyak siswa yang ingin mengikuti olimpiade biologi, jadi harus diseleksi terlebih dahulu. Hari seleksi pun akhirnya tiba, guru ku memberikan soal-soal untuk yang akan mengikuti olimpiade, dengan percaya diri aku mulai mengerjakan soal-soal tersebut. Tak terasa akhirnya aku telah menyelesaikannya, dalam hatiku aku percaya kalo aku bisa lolos seleksi ini dan bisa mengikuti olimpiade. Beberapa hari kemudian, disaat sedang pelajaran, guruku (yang menyeleksi calon peserta olimpiade) memanggilku dan 1 anak lagi. Aku sempat deg-deg an ada apa guruku kok tiba-tiba memanggilku dan 1 temanku. Tak kusangka, sebuah keajaiban, aku dan 1 temanku itu lolos seleksi, dalam hati aku terkejut dan bersyukur, karena selama ini aku paling benci mapel biologi. Setelah diberitahu oleh guruku kalo aku lolos, aku langsung belajar sepulang sekolah. Orang tuaku juga ikut senang. Tetapi hal yang membuatku kecewa adalah keterbatasannya waktu guruku untuk memberikan bimbingan, jadi ketika kami (peserta olimpiade) diberikan waktu untuk belajar khusus mapel olimpiade, tetapi guru pebimbingnya tidak dapat hadir. Sejak itu rasa kepercayaan diriku mulai memudar. Aku menjadi kurang yakin kalo aku bisa mengikuti olimpiade tersebut. Hari demi hari pun berlalu, tibalah saatnya pelaksanaan olimpiade. Ketika sampai di tempat pelaksanaan, entah mengapa tiba-tiba aku merasa kurang pd, begitu pula dengan teman-temanku. Aku mulai menghibur temanku karena dia takut kalo dapat peringkat terakhir, aku memastikan kalo kita ga usah takut. Untuk mengantisispasi rasa takutku aku mengajak temanku untuk belajar. Tak berapa lama kemudian, tibalah saatnya mengerjakan. Kami semua memasuki ruangan masing-masing. Ketika soal dibagikan aku terus berdoa agar diberi kemudahan. Selesai soal dibagikan, aku dan peserta lainnya mulai mengerjakan. Saat aku membaca soal pertama, betapa terkejutnya diriku karena aku tidak bisa mengerjakan soal itu, padahal baru soal pertama. Kemudia aku loncati ke nomer selanjutnya, hingga di akhir soal, disinilah kepecayaan diriku menghilang. Mengingat kalo selama ini jarang sekali mendapat bimbingan untuk olimpiade, aku sangat menyesal, padahal aku udah belajar dengan keras, tetapi tak ada 1 soal pun yang aku yakin kebenarannya. Tak terasa hari ini adalah pengumuman hasil olimpiade dan betapa terkejutnya aku setelah diberitahu temanku kalo ternyata aku peringkat terakhir. Hatiku hancur seketika, usaha ku sia-sia selama ini. Ingin rasanya menangis sekeras-kerasnya, tapi aku tidak ingin hanya kesedihan yang terus tertanam di dalam hatiku. Sepulang sekolah aku langsung makan untuk menghilangkan rasa sedihku, dan akhirnya aku menulis blog ini. Terakhir aku berharap jika masih bisa diberi kesempatan untuk mengikuti olimpiade lagi, entah mapel apapun itu, semoga aku bisa menjadi juara. Aamiin...

Sekian, dari cerita ku ini ambil sisi positifnya aja..,yaitu PERCAYALAH PADA DIRIMU.