Semua berawal ketika aku memutuskan untuk mengikuti olimpiade yang
diadakan di kota ku. Entah mengapa rasa nya aku percaya akan kemampuanku, jadi
aku memutuskan untuk mengikuti olimpiade tersebut dan aku memilih mapel
biologi. Saat itu, karena banyak siswa yang ingin mengikuti olimpiade biologi,
jadi harus diseleksi terlebih dahulu. Hari seleksi pun akhirnya tiba, guru ku
memberikan soal-soal untuk yang akan mengikuti olimpiade, dengan percaya diri
aku mulai mengerjakan soal-soal tersebut. Tak terasa akhirnya aku telah
menyelesaikannya, dalam hatiku aku percaya kalo aku bisa lolos seleksi ini dan
bisa mengikuti olimpiade. Beberapa hari kemudian, disaat sedang pelajaran,
guruku (yang menyeleksi calon peserta olimpiade) memanggilku dan 1 anak lagi.
Aku sempat deg-deg an ada apa guruku kok tiba-tiba memanggilku dan 1 temanku.
Tak kusangka, sebuah keajaiban, aku dan 1 temanku itu lolos seleksi, dalam hati
aku terkejut dan bersyukur, karena selama ini aku paling benci mapel biologi.
Setelah diberitahu oleh guruku kalo aku lolos, aku langsung belajar sepulang
sekolah. Orang tuaku juga ikut senang. Tetapi hal yang membuatku kecewa adalah
keterbatasannya waktu guruku untuk memberikan bimbingan, jadi ketika kami
(peserta olimpiade) diberikan waktu untuk belajar khusus mapel olimpiade,
tetapi guru pebimbingnya tidak dapat hadir. Sejak itu rasa kepercayaan diriku
mulai memudar. Aku menjadi kurang yakin kalo aku bisa mengikuti olimpiade
tersebut. Hari demi hari pun berlalu, tibalah saatnya pelaksanaan olimpiade.
Ketika sampai di tempat pelaksanaan, entah mengapa tiba-tiba aku merasa kurang
pd, begitu pula dengan teman-temanku. Aku mulai menghibur temanku karena dia
takut kalo dapat peringkat terakhir, aku memastikan kalo kita ga usah takut.
Untuk mengantisispasi rasa takutku aku mengajak temanku untuk belajar. Tak
berapa lama kemudian, tibalah saatnya mengerjakan. Kami semua memasuki ruangan
masing-masing. Ketika soal dibagikan aku terus berdoa agar diberi kemudahan.
Selesai soal dibagikan, aku dan peserta lainnya mulai mengerjakan. Saat aku
membaca soal pertama, betapa terkejutnya diriku karena aku tidak bisa
mengerjakan soal itu, padahal baru soal pertama. Kemudia aku loncati ke nomer
selanjutnya, hingga di akhir soal, disinilah kepecayaan diriku menghilang.
Mengingat kalo selama ini jarang sekali mendapat bimbingan untuk olimpiade, aku
sangat menyesal, padahal aku udah belajar dengan keras, tetapi tak ada 1 soal
pun yang aku yakin kebenarannya. Tak terasa hari ini adalah pengumuman hasil
olimpiade dan betapa terkejutnya aku setelah diberitahu temanku kalo ternyata
aku peringkat terakhir. Hatiku hancur seketika, usaha ku sia-sia selama ini.
Ingin rasanya menangis sekeras-kerasnya, tapi aku tidak ingin hanya kesedihan
yang terus tertanam di dalam hatiku. Sepulang sekolah aku langsung makan untuk
menghilangkan rasa sedihku, dan akhirnya aku menulis blog ini. Terakhir aku
berharap jika masih bisa diberi kesempatan untuk mengikuti olimpiade lagi,
entah mapel apapun itu, semoga aku bisa menjadi juara. Aamiin...
Sekian, dari cerita ku ini ambil sisi
positifnya aja..,yaitu PERCAYALAH PADA DIRIMU.
